Ketika Ibu Menangis di Ruang Tunggu
Tahun 1945. Seorang ibu muda duduk di ruang tunggu klinik Dr. Benjamin Spock, menggendong bayi berusia 3 bulan yang menangis.
Bayinya lapar. Sangat jelas lapar. Tapi jadwal menyusui berikutnya masih 45 menit lagi.
Dr. Spock melihat ibu itu mengguncang-guncang bayinya dengan panik, melihat jam berkali-kali, air mata mulai mengalir di pipinya.
"Kenapa Anda tidak menyusui dia sekarang?" tanya Dr. Spock dengan lembut.
Ibu itu menatapnya dengan mata berkaca-kaca: "Tapi bukunya bilang saya harus menyusui tepat setiap 4 jam! Jika saya menyusui sekarang, saya akan merusak jadwalnya. Saya akan membuat bayi saya jadi manja. Saya akan gagal sebagai ibu!"
Dr. Spock duduk di sebelahnya. "Boleh saya bertanya sesuatu? Siapa yang lebih tahu tentang bayi Anda—buku itu, atau Anda?"
Ibu itu terdiam.
"Bayi Anda lapar. Anda tahu dia lapar. Tubuh Anda sudah siap untuk menyusui. Mengapa Anda mempercayai buku lebih dari insting Anda sendiri?"
Ini adalah momen yang terjadi ribuan kali di praktik Dr. Spock. Dan ini adalah alasan dia menulis buku yang akan mengubah cara dunia membesarkan anak.
Tahun 1946, Dr. Benjamin Spock menerbitkan "The Common Sense Book of Baby and Child Care"—sebuah buku yang akan menjadi kitab parenting paling berpengaruh di abad ke-20.
Buku ini tidak hanya tentang bagaimana mengganti popok atau mengatasi kolik. Ini adalah revolusi.
Revolusi melawan sistem parenting yang memperlakukan bayi seperti mesin yang harus diprogram. Revolusi yang mengatakan pada jutaan orang tua: "Percayalah pada diri Anda sendiri. Anda tahu lebih baik dari yang Anda kira."
Kalimat pembuka buku ini mengubah segalanya:
"Anda tahu lebih banyak daripada yang Anda kira."
Mari kita pelajari mengapa buku ini begitu revolusioner—dan mengapa pesan-pesannya masih sangat relevan 75 tahun kemudian.