Ukuran teks
18

Kebohongan yang Kita Percayai

Bayangkan Anda bangun pagi, melihat cermin, dan pikiran pertama yang muncul adalah: 

"Aku tidak cukup cantik." "Aku ibu yang buruk." "Aku tidak pantas bahagia." "Aku terlalu tua untuk memulai lagi." "Aku tidak sekuat itu." 

Sekarang bayangkan Anda hidup dengan pikiran-pikiran ini setiap hari. Selama bertahun-tahun. 

Ini bukan sekadar pikiran negatif sesekali. Ini adalah kebohongan yang kita ulangi pada diri sendiri sampai kita percaya itu adalah kebenaran. 

Rachel Hollis tahu ini terlalu baik. 

Dia adalah CEO perusahaan media, ibu empat anak, istri yang bahagia, influencer dengan jutaan pengikut. Dari luar, hidupnya terlihat sempurna. 

Tapi di dalam? Dia menghabiskan puluhan tahun hidupnya percaya pada kebohongan-kebohongan yang hampir menghancurkannya. 

Kebohongan bahwa dia tidak cukup baik. Bahwa dia harus sempurna. Bahwa mimpinya terlalu besar. Bahwa masa lalunya mendefinisikan masa depannya. 

Sampai suatu hari, dia memutuskan: cukup

Dia menulis "Girl, Wash Your Face"—buku yang jujur, vulnerable, dan kadang keras—untuk membongkar kebohongan-kebohongan yang kita semua percayai. Untuk memberitahu setiap wanita (dan pria): Anda adalah penulis cerita hidup Anda sendiri. Tidak ada orang lain. 

Buku ini bukan tentang sempurna. Ini tentang bangun dari ilusi kesempurnaan dan mulai hidup dengan autentik. 

Mari kita mulai dengan mencuci muka—secara harfiah dan metaforis. Saatnya membersihkan kebohongan dan melihat kebenaran.

 


1 dari 11