Ukuran teks
18

Jenderal yang Mengubah Sejarah

Lebih dari 2.500 tahun yang lalu, di tengah kekacauan periode Musim Semi dan Musim Gugur China, negara-negara kecil saling berperang memperebutkan kekuasaan. Darah mengalir. Kerajaan runtuh. Kehancuran ada di mana-mana. 

Di tengah kekacauan ini, muncul seorang pria bernama Sun Wu—yang kemudian dikenal sebagai Sun Tzu, atau "Guru Sun." 

Kisah paling terkenal tentang Sun Tzu dimulai ketika Raja Helü dari negara Wu mengujinya. "Kamu bilang bisa melatih tentara manapun. Bisakah kamu melatih selir-selirku?" 

Sun Tzu menerima tantangan itu. Ia membagi 180 selir raja menjadi dua pasukan, memilih dua selir favorit raja sebagai komandan, dan memberi instruksi sederhana. 

Para wanita itu tertawa. Mereka mengira ini hanya permainan. 

Sun Tzu mengulangi instruksinya. Mereka masih tertawa. 

Tanpa ragu, Sun Tzu memerintahkan eksekusi kedua komandan—dua selir favorit raja. 

Raja panik dan memohon. Tapi Sun Tzu berkata dengan tenang: "Jika seorang jenderal telah menerima perintah, ada hal-hal yang bahkan perintah raja tidak bisa mengubahnya." 

Kedua wanita itu dieksekusi. Komandan baru dipilih. 

Instruksi diberikan lagi. Kali ini, setiap gerakan dilakukan dengan sempurna. Tidak ada yang tertawa. Semua mendengar. 

Raja Helü terkesan. Ia mengangkat Sun Tzu sebagai jenderal. Di bawah kepemimpinannya, negara kecil Wu mengalahkan kerajaan besar Chu dan menaklukkan negara-negara tetangga. 

Sun Tzu kemudian menuangkan filosofi dan strateginya ke dalam 13 bab yang kini kita kenal sebagai The Art of War—salah satu teks strategi paling berpengaruh dalam sejarah manusia.

Yang luar biasa? Prinsip-prinsip yang ia tulis 25 abad lalu masih relevan hari ini—tidak hanya dalam peperangan, tetapi dalam bisnis, kepemimpinan, negosiasi, bahkan kehidupan sehari-hari. 

Mari kita pelajari kebijaksanaan abadi ini.

 


1 dari 15