Ukuran teks
18

Pesawat yang Selamat dan Pelajaran yang Salah

Perang Dunia II. Pesawat-pesawat bomber Amerika kembali dari misi dengan banyak lubang peluru. Militer ingin memperkuat armor pesawat, tapi di bagian mana? 

Mereka menganalisis pesawat yang kembali. Lubang peluru terkonsentrasi di sayap dan badan pesawat. Solusinya jelas: perkuat bagian ini dengan armor tambahan. 

Tapi seorang ahli statistik bernama Abraham Wald mengatakan sesuatu yang mengejutkan:

"Jangan perkuat bagian yang berlubang. Perkuat bagian yang TIDAK berlubang." 

Logikanya sederhana tapi brilian: Pesawat yang Anda analisis adalah pesawat yang selamat. Pesawat yang terkena peluru di mesin atau kokpit tidak pernah kembali—mereka jatuh. Lubang di sayap dan badan tidak fatal, itulah mengapa pesawat-pesawat ini bisa kembali. 

Jika Anda hanya melihat pesawat yang selamat, Anda mendapat kesimpulan yang salah. 

Ini adalah survivorship bias—salah satu dari 99 kesalahan berpikir yang dibahas Rolf Dobelli dalam "The Art of Thinking Clearly." 

Kita semua—tanpa kecuali—membuat kesalahan berpikir ini setiap hari. Dalam keputusan finansial, karir, hubungan, kesehatan. Bukan karena kita bodoh. Bukan karena kita tidak berpendidikan. Tapi karena otak kita dirancang untuk jalan pintas, bukan untuk akurasi. 

Kabar baiknya? Kesalahan-kesalahan ini sistematis dan dapat diprediksi. Dan jika kita tahu polanya, kita bisa menghindarinya. 

Mari kita mulai.

 


1 dari 12