Pertemuan di Lantai 46
Sabtu pagi, 8:15. Steve Gardner duduk dengan gugup di kantor lantai 46 sebuah gedung pencakar langit di Manhattan. Untuk pertama kalinya dalam karir bisnisnya selama empat setengah tahun, ia bangun pagi di hari Sabtu—bukan untuk berlari atau sarapan santai, tetapi untuk bertemu dengan seseorang yang konon "memahami bagaimana profit terjadi."
David Zhao.
Nama itu dibicarakan dalam bisikan di kalangan tertentu. Seorang guru bisnis yang memiliki pemahaman mendalam tentang sesuatu yang kebanyakan eksekutif hanya pretend mengerti: dari mana uang sesungguhnya berasal dalam sebuah bisnis.
Steve, manajer muda yang ambisius di sebuah konglomerat multinasional, telah bekerja keras untuk mendapat kesempatan ini. Melalui koneksi dan sedikit keberuntungan, ia akhirnya duduk di sini, berhadapan dengan pria yang bisa mengubah cara ia memandang bisnis selamanya.
"Jadi," Zhao menatapnya dengan mata tajam yang penuh pengalaman, "mengapa kamu ingin belajar tentang profitabilitas?"
Steve menjawab dengan jawaban standar tentang karir dan kemajuan. Tapi Zhao hanya tersenyum tipis—senyuman yang mengatakan ia melihat lebih dari yang Steve katakan.
"Jika kamu benar-benar ingin belajar," Zhao akhirnya berkata, "aku bersedia mengajar. Tapi ada syarat. Kita akan bertemu setiap Sabtu pagi sampai Mei depan. Setiap pelajaran tepat satu jam. Dan kamu harus siap menghabiskan sekitar empat jam per minggu untuk membaca dan bersiap. Bisa?"
Steve mengangguk. "Bisa."
"Bagus. Satu hal lagi." Zhao berhenti sejenak. "Aku mengenakan biaya."
Ketika Zhao menyebutkan angkanya, Steve hampir jatuh dari kursi. Jumlah itu lebih besar dari gaji tahunannya.
"Aku... aku tidak mampu membayar itu," Steve berkata, frustrasi terlihat jelas di wajahnya. Zhao tertawa. "Tentu saja kamu tidak mampu. Sekarang."
Lalu ia menawarkan deal yang aneh: "Bayar aku nanti. Ketika kamu sudah mampu. Ketika kamu sudah memahami nilai dari apa yang akan aku ajarkan."
Steve memandang Zhao dengan curiga. Ini tidak masuk akal. Mengapa seseorang mengajar gratis dengan janji pembayaran di masa depan tanpa kontrak?
Tapi ada sesuatu di mata Zhao—keyakinan tenang—yang membuat Steve menyadari: Zhao tahu ia akan membayar. Zhao tahu sebelum Steve sendiri tahu.
"Baiklah," Steve akhirnya berkata. "Kita punya deal."
Mereka berjabat tangan. Dan perjalanan pembelajaran yang akan mengubah cara Steve memandang bisnis dimulai.