Detik-Detik yang Memisahkan Pemenang dari yang Lain
Bayangkan ini.
Anda sudah berbicara selama satu jam. Presentasi sempurna. Klien mengangguk-angguk. Mereka tertarik. Mereka suka produk Anda. Mereka bahkan bilang, "Ini menarik sekali."
Lalu Anda menunggu. Mereka bilang, "Biarkan saya pikirkan dulu."
Anda tersenyum. "Tentu, tidak masalah. Hubungi saya kalau sudah siap." Anda keluar dengan perasaan optimis. "Sepertinya mereka akan beli!"
Seminggu berlalu. Dua minggu. Sebulan.
Tidak ada kabar.
Anda follow-up. "Masih mempertimbangkan, terima kasih."
Tiga bulan kemudian, Anda lihat mereka posting di media sosial—mereka membeli dari kompetitor Anda.
Apa yang salah?
Presentasi Anda bagus. Produk Anda superior. Hubungan Anda baik.
Tapi ada satu hal yang Anda lewatkan—hal yang paling penting, hal yang memisahkan salesperson rata-rata dari top performer:
Anda tidak menutup penjualan.
Brian Tracy, yang telah melatih lebih dari 5 juta salesperson di seluruh dunia dan membangun karir dari buruh cuci piring menjadi salah satu konsultan penjualan paling dicari, mengatakan sesuatu yang mengejutkan:
"80% dari penjualan ditutup oleh 20% salesperson. Dan alasannya sederhana: 20% itu berani meminta pesanan."
Kebanyakan salesperson takut untuk "menutup"—takut terlihat pushy, takut ditolak, takut merusak hubungan.
Jadi mereka menunggu. Berharap klien akan membeli sendiri.
Tapi inilah kenyataannya: Orang tidak membeli karena mereka perlu. Mereka membeli karena seseorang membantu mereka membuat keputusan.
"The Art of Closing the Sale" adalah buku tentang bagaimana menjadi orang yang membantu itu—dengan integritas, dengan percaya diri, dan dengan hasil yang konsisten.
Mari kita mulai.