Ukuran teks
18

Pertanyaan yang Mengganggu Kenyamanan Kita

Coba jawab pertanyaan ini dengan jujur: 

Apakah manusia adalah spesies paling cerdas di planet ini? 

Kemungkinan besar Anda menjawab "ya" tanpa ragu. Tentu saja manusia paling cerdas. Kita membangun gedung pencakar langit, mengirim roket ke Mars, menciptakan internet, menulis puisi, membuat seni. 

Hewan? Mereka hanya mengikuti insting. Mereka tidak berpikir seperti kita. Mereka tidak punya bahasa, budaya, atau kesadaran diri seperti kita. 

Sekarang pertanyaan kedua: Dari mana Anda tahu ini benar? 

Apakah Anda pernah benar-benar mempelajari bagaimana lumba-lumba berkomunikasi? Apakah Anda pernah mengamati bagaimana gagak memecahkan masalah? Apakah Anda tahu bahwa simpanse punya tradisi budaya yang diturunkan lintas generasi, atau bahwa gurita bisa belajar dengan mengamati gurita lain? 

Kemungkinan besar tidak. Tapi Anda tetap yakin bahwa manusia superior.

Mengapa? 

Christine Webb, primatolog dari Harvard yang menghabiskan puluhan tahun mempelajari kehidupan sosial dan emosional primata, mengajukan pertanyaan yang mengganggu: 

Bagaimana jika keyakinan kita tentang keunggulan manusia bukan fakta ilmiah—tapi hanya cerita yang kita percayai karena nyaman? 

Bagaimana jika arogansi kolektif kita—keyakinan bahwa kita adalah puncak evolusi, mahkota ciptaan, spesies paling penting di Bumi—justru adalah akar dari krisis ekologi yang kita hadapi hari ini?

"The Arrogant Ape" adalah buku yang menantang asumsi paling fundamental kita tentang siapa kita dan tempat kita di dunia ini. 

Ini bukan buku yang nyaman. Ini buku yang mengganggu. Tapi mungkin gangguan inilah yang kita butuhkan untuk bertahan. 

Mari kita mulai dengan pertanyaan paling mendasar.

 


1 dari 10