Dongeng yang Bukan untuk Anak-Anak
Ini adalah cerita tentang seekor kuda yang bekerja sampai mati untuk mimpi yang tidak pernah menjadi miliknya.
Tentang babi-babi yang berjanji kesetaraan tapi tidur di kasur manusia.
Tentang revolusi yang dimulai dengan harapan dan berakhir dengan penindasan yang lebih buruk dari sebelumnya.
George Orwell menulis "Animal Farm" pada tahun 1945—tepat setelah Perang Dunia II, ketika dunia masih terpesona dengan janji-janji komunisme Soviet. Tapi Orwell melihat sesuatu yang orang lain tidak mau lihat: revolusi yang mengkhianati dirinya sendiri.
Bukunya ditolak penerbit berkali-kali. Terlalu kontroversial. Terlalu blak-blakan. Uni Soviet adalah sekutu mereka dalam perang—bagaimana mungkin mengkritik mereka?
Tapi Orwell tidak bisa diam. Dia melihat bagaimana idealisme dikorupsi. Bagaimana kekuasaan absolut mengkorupsi secara absolut. Dan dia menulis fabel—cerita sederhana tentang hewan di sebuah peternakan—yang ternyata menjadi salah satu kritik politik paling tajam di abad ke-20.
Di permukaan, ini cerita tentang hewan. Tapi ini sebenarnya cerminan menakutkan tentang bagaimana setiap revolusi berpotensi dimakan oleh monster yang diciptakannya sendiri.
Dan yang paling menakutkan: ini tidak hanya tentang Rusia tahun 1917. Ini tentang setiap negara, setiap organisasi, setiap kelompok yang memberikan kekuasaan kepada mereka yang berjanji membebaskan tapi kemudian memperbudak.
Mari kita mulai.