Ukuran teks
18

Perampokan Terbesar dalam Sejarah

Bayangkan ini: Sebuah perusahaan swasta—bukan negara, bukan kerajaan, bukan imperium—menguasai wilayah yang lebih besar dari Eropa Barat. 

Perusahaan ini memiliki tentara pribadi yang lebih besar dari tentara Inggris. Perusahaan ini mencetak uang sendiri. Perusahaan ini mendeklarasikan perang dan damai. Perusahaan ini menggulingkan raja-raja dan memasang boneka sebagai gantinya. 

Perusahaan ini menghasilkan keuntungan yang setara dengan separuh GDP Inggris—dengan cara merampok, memeras, dan menciptakan kelaparan yang membunuh jutaan orang. 

Ini bukan fiksi distopia. Ini adalah sejarah nyata. 

Nama perusahaan itu: East India Company. 

Pada puncak kekuasaannya di awal abad ke-19, East India Company menguasai hampir seluruh anak benua India—wilayah dengan populasi lebih besar dari seluruh Eropa—dengan tentara pribadi sejumlah 200.000 tentara. 

Bandingkan: Tentara keseluruhan Inggris saat itu hanya 95.000 orang. 

Perusahaan yang dimulai sebagai pedagang lada dan rempah-rempah berubah menjadi kekuatan militer paling mengerikan di Asia. Dan dalam prosesnya, mereka melakukan apa yang William Dalrymple sebut sebagai "perampokan korporat terbesar dan paling merusak dalam sejarah." 

Bagaimana sebuah perusahaan dagang bisa menjadi penguasa imperium? Bagaimana sekelompok pedagang Inggris mengalahkan kerajaan-kerajaan yang telah berdiri selama berabad-abad? 

Dan yang paling penting: Apa yang bisa kita pelajari dari kejatuhan India yang bisa mencegah sejarah berulang hari ini?

Mari kita masuki periode paling kelam dalam sejarah India — periode yang disebut "The Anarchy."

 


1 dari 10