Satu Malam yang Mengubah Segalanya
Bayangkan Anda baru saja bercinta dengan istri tercinta di kamar motel yang romantis.
Anda berbisik kata-kata cinta. Anda membicarakan masa depan—rumah yang lebih besar, anak-anak yang akan datang, bisnis yang akan berkembang. Anda tertidur dalam pelukan satu sama lain, merasa bersyukur atas hidup yang mulai membaik.
Lalu pada pukul 3 pagi, pintu kamar didobrak polisi bersenjata.
Lampu menyala menyilaukan. Suara teriakan keras: "Polisi! Jangan bergerak!"
Anda dan istri bangun dalam kebingungan total. Masih telanjang, masih setengah tidur, masih tidak mengerti apa yang terjadi.
"Roy Hamilton, Anda ditahan atas tuduhan perkosaan."
Tuduhan perkosaan.
Anda tidak perkosa siapa-siapa. Anda bahkan tidak tahu apa maksud mereka. Satu-satunya yang Anda lakukan adalah membantu seorang perempuan membawa es ke kamarnya beberapa jam lalu—tindakan kebaikan sederhana yang akan mengubah hidup Anda selamanya.
Dalam hitungan menit, Anda berubah dari suami yang bahagia menjadi tersangka kriminal. Dari pria yang membangun masa depan menjadi pria yang menghadapi 12 tahun penjara.
Untuk kejahatan yang tidak pernah Anda lakukan.
Inilah permulaan "An American Marriage"—novel Tayari Jones yang menghancurkan hati tentang bagaimana sistem peradilan Amerika menghancurkan keluarga kulit hitam, dan bagaimana cinta berusaha bertahan ketika segalanya runtuh.
Tapi ini bukan hanya cerita tentang ketidakadilan hukum. Ini adalah cerita tentang pernikahan yang diuji sampai batasnya. Tentang pilihan-pilihan mustahil. Tentang berapa lama Anda harus menunggu seseorang. Dan tentang apa yang terjadi ketika hati mulai berpaling—bahkan ketika Anda tidak ingin berpaling.
Mari kita mulai dengan Roy dan Celestial, sepasang suami istri muda yang percaya bahwa cinta mereka bisa mengalahkan apa pun.