Ukuran teks
18

Dalam Badai, Siapa yang Kamu Ingat?

Bayangkan ini: Kamu berjalan bersama teman-temanmu yang paling kamu cintai. Kalian tidak tahu ke mana kalian pergi. Tidak ada peta. Tidak ada tujuan yang jelas. 

Tapi entah kenapa, itu tidak apa-apa. Karena kalian bersama. 

Lalu badai datang. 

Bukan badai biasa. Badai yang menggelap 

kan langit sampai kamu tidak bisa melihat jalan. Angin yang begitu kencang sampai kamu kehilangan keseimbangan. Hujan yang begitu deras sampai kamu tidak bisa mendengar suara teman-temanmu. 

Dan tiba-tiba—kamu sendirian. 

Teman-temanmu hilang. Kamu tersesat. Gelap di mana-mana. Dan pikiran-pikiran mulai berbisik: "Kamu tidak cukup baik. Kamu tidak akan bisa melewati ini. Ini semua sia-sia." 

Di momen itu—di tengah badai, di tengah kegelapan, di tengah ketakutan—apa yang kamu pegang? 

Apakah kamu ingat siapa kamu sebenarnya? 

Charlie Mackesy menulis "Always Remember" sebagai pengingat lembut di tengah badai hidup kita semua. Ini adalah kelanjutan dari buku fenomenal "The Boy, the Mole, the Fox and the Horse"—buku yang telah menyentuh jutaan hati di seluruh dunia dengan ilustrasi tinta sederhana dan kata-kata yang menembus langsung ke jiwa. 

Dalam buku ini, empat sahabat tidak mungkin—Bocah, Tikus Tanah, Rubah, dan Kuda—kembali dalam petualangan mereka. Kali ini, mereka menghadapi badai. Dan dalam badai itu, mereka—khususnya Bocah—harus mengingat apa yang paling penting ketika segalanya terasa hilang. 

Ini bukan sekadar buku anak-anak dengan ilustrasi cantik. Ini adalah surat cinta untuk setiap orang yang pernah merasa tersesat. Untuk setiap orang yang pernah lupa bahwa mereka cukup. Untuk setiap orang yang butuh diingatkan: kamu dicintai, kamu penting, dan kamu membawa ke dunia ini hal-hal yang tidak bisa dibawa orang lain. 

Mari kita masuk ke dunia watercolor Charlie Mackesy—dunia di mana beberapa garis sederhana bisa menangkap seluruh kehidupan, dan beberapa kata bisa menyembuhkan hati yang terluka.

 


1 dari 10