Ukuran teks
18

Kebohongan yang Jujur

Bayangkan Anda sedang menikmati wine di restoran mewah. Sommelier membawa botol Bordeaux pilihan dan menuangkannya ke dalam gelas kristal Riedel seharga $20. Anda meneguk. Luar biasa. Kompleks. Elegan. Ini wine terbaik yang pernah Anda cicipi. 

Keesokan harinya, di laboratorium penelitian, wine yang sama dituangkan ke dalam gelas biasa seharga $1. Tes buta dilakukan. Hasilnya? Secara ilmiah, tidak ada perbedaan rasa sama sekali. 

Tapi Anda bersumpah wine itu terasa lebih enak di gelas Riedel. 

Dan inilah kebenaran yang mengejutkan: Anda benar. 

Bukan karena gelasnya benar-benar mengubah kimia wine. Tetapi karena Anda percaya seharusnya terasa lebih baik. Dan kepercayaan itu membuat pengalaman Anda benar-benar lebih baik. 

Georg Riedel—peniup gelas generasi ke-10 dari Austria—tidak menjual gelas. Ia menjual cerita. Cerita bahwa setiap wine punya "pesan" unik yang hanya bisa diterjemahkan dengan sempurna melalui bentuk gelas yang tepat. Cerita bahwa wine premium layak mendapat wadah mewah. 

Secara faktual? Itu bohong. 

Secara experiential? Itu benar. 

Inilah inti dari buku Seth Godin yang kontroversial ini: Semua marketer adalah pembohong. Atau lebih tepatnya, storyteller. 

Dan jika mereka melakukannya dengan benar, kita percaya mereka.

 


1 dari 12