Pria yang Mematahkan Bank of England
16 September 1992. Hari yang dikenal sebagai "Black Wednesday" di Inggris.
Seorang investor tunggal—George Soros—bertaruh $10 miliar bahwa pound sterling akan jatuh. Bank of England menghabiskan miliaran dolar untuk mempertahankan mata uangnya. Menteri keuangan darurat mengadakan konferensi pers. Suku bunga dinaikkan drastis.
Tapi Soros tidak bergeming.
Pada akhir hari, Bank of England menyerah. Pound keluar dari European Exchange Rate Mechanism. Mata uang jatuh 15%. Dan George Soros menghasilkan $1 miliar dalam satu hari.
Bagaimana seseorang bisa melawan bank sentral negara dan menang?
Kebanyakan orang berpikir Soros hanya spekulan beruntung. Tapi mereka salah. Soros punya sesuatu yang tidak dimiliki investor lain: kerangka pemikiran yang fundamental berbeda tentang bagaimana pasar bekerja.
"The Alchemy of Finance," diterbitkan tahun 1987, adalah blueprint dari kerangka pemikiran itu. Buku ini bukan sekadar panduan investasi. Ini adalah manifesto filosofis yang menantang seluruh fondasi ekonomi modern.
Profesor ekonomi akan mengatakan pasar efisien dan rasional. Soros mengatakan mereka salah—dan dia punya track record untuk membuktikannya.
Dari tahun 1969 hingga pertengahan 1980-an, Quantum Fund yang dia kelola menghasilkan return rata-rata 33% per tahun. $100,000 yang diinvestasikan di awal akan menjadi lebih dari $20 juta.
Pertanyaannya bukan apakah Soros sukses—itu jelas. Pertanyaannya adalah: Apa yang dia lihat yang tidak dilihat orang lain?