Mimpi yang Berulang
Bayangkan ini: Kamu seorang gembala muda berusia 18 tahun. Hidupmu sederhana—berjalan dari satu padang rumput ke padang rumput lain, tidur di bawah bintang, membaca buku bekas yang kamu beli dengan uang hasil menjual wol domba.
Hidupmu nyaman. Bisa dibilang aman. Orang tuamu bangga karena kamu bisa membaca dan menulis—sesuatu yang jarang di desa kecilmu di Andalusia, Spanyol.
Tapi ada yang mengganggu.
Mimpi. Mimpi yang sama. Berulang-ulang.
Dalam mimpi itu, seorang anak kecil bermain dengan dombamu. Lalu tiba-tiba, anak itu mengambil tanganmu dan membawamu ke Piramida Mesir. Setiap kali kamu hampir melihat lokasi harta karun di sana, kamu terbangun.
Dua kali. Tiga kali. Empat kali. Mimpi yang sama.
Apa artinya?
Ini adalah pertanyaan yang membawa Santiago—gembala muda itu—pada perjalanan yang akan mengubah hidupnya selamanya. Perjalanan melintasi gurun pasir, bertemu raja, alkemis, dan pencuri. Perjalanan kehilangan segalanya untuk menemukan segalanya.
Paulo Coelho menulis "The Alchemist" bukan sebagai petualangan biasa. Ini adalah alegori tentang pencarian makna hidup kita semua. Tentang mimpi yang kita pendam. Tentang ketakutan yang menghentikan kita. Dan tentang keajaiban yang terjadi ketika kita berani mengikuti apa yang hati kita bisikkan.
Ini adalah cerita tentang Legenda Pribadi—tujuan yang kita dilahirkan untuk mencapainya.
Dan yang paling indah: ini adalah cerita tentang kita semua.
Mari kita mulai perjalanannya.