Kesalahan Satu Kalimat yang Mengubah Dunia
13 September 1970. The New York Times Magazine menerbitkan artikel yang akan mengubah wajah kapitalisme untuk 50 tahun ke depan.
Penulisnya adalah Milton Friedman—ekonom paling berpengaruh abad ke-20, pemenang Nobel, penasihat presiden.
Artikelnya berjudul: "The Social Responsibility of Business Is to Increase Its Profits."
Dan di dalamnya, ada satu kalimat yang menjadi doktrin perusahaan-perusahaan di seluruh dunia:
"Satu-satunya tanggung jawab sosial bisnis adalah meningkatkan keuntungan untuk pemegang sahamnya."
Satu kalimat. 13 kata. Dan dalam beberapa dekade, kalimat ini menjadi hukum tidak tertulis di setiap ruang rapat, setiap keputusan bisnis, setiap strategi perusahaan.
Karyawan? Bukan prioritas—mereka hanya "sumber daya" yang harus diminimalisasi biayanya.
Komunitas? Bukan urusan perusahaan—itu urusan pemerintah.
Lingkungan? Hanya masalah jika ada regulasi yang memaksa.
Satu-satunya hal yang penting: keuntungan pemegang saham.
Dan selama 50 tahun, doktrin ini menghasilkan:
● Stagnasi upah (produktivitas naik 77%, upah hanya naik 12%)
● Kesenjangan wealth yang belum pernah terjadi (3 orang terkaya di Amerika punya lebih banyak dari 50% populasi terbawah)
● Krisis iklim yang semakin memburuk
● Erosi kepercayaan publik terhadap bisnis
Tapi ada masalah: Friedman salah.
Michael O'Leary dan Warren Valdmanis—dua investor profesional yang menghabiskan puluhan tahun di Wall Street—menulis "Accountable" untuk membuktikan satu hal:
Perusahaan yang bertanggung jawab terhadap semua stakeholder (karyawan, komunitas, lingkungan, pelanggan) tidak hanya lebih baik secara moral—mereka juga lebih menguntungkan dalam jangka panjang.
Dan mereka punya data untuk membuktikannya.
Mari kita mulai dengan membongkar mitos terbesar dalam bisnis modern.