Ukuran teks
18

Keajaiban yang Kita Abaikan

Perhatikan bayi berusia 12 bulan ini. 

Enam bulan lalu, dia tidak bisa duduk. Sekarang dia berjalan—tidak sempurna, sering jatuh, tapi dia berjalan. 

Setahun lalu, dia hanya menangis. Sekarang dia mengatakan "mama," "papa," dan beberapa kata lain. 

Dua tahun lalu, dia belum ada. Sekarang dia adalah manusia kecil dengan kepribadian, preferensi, dan cara uniknya sendiri melihat dunia. 

Siapa yang mengajarinya semua ini? 

Tidak ada guru bahasa yang datang mengajarkan grammar pada bayi usia 1 tahun. Tidak ada pelatih motorik yang mengajarkan koordinasi yang kompleks untuk berjalan. Tidak ada psikolog yang mengajarkan bagaimana membentuk identitas. 

Namun dalam tiga tahun pertama kehidupan, anak mencapai pembelajaran yang paling luar biasa dalam seluruh kehidupan manusia: 

● Menguasai bahasa (atau lebih dari satu) 

● Belajar berjalan dan koordinasi fisik yang kompleks 

● Membentuk kepribadian dasar 

● Memahami budaya dan norma sosial lingkungannya 

● Membangun fondasi dari seluruh pembelajaran masa depan 

Dan mereka melakukan semua ini tanpa pelajaran formal, tanpa PR, tanpa ujian.

Bagaimana mungkin?


Maria Montessori—dokter pertama Italia, pendidik revolusioner, pengamat anak yang brilian—menghabiskan 50 tahun karirnya untuk menjawab pertanyaan ini. 

Dan jawabannya mengubah cara kita memahami anak-anak: 

Anak memiliki jenis pikiran yang berbeda dari orang dewasa. Pikiran yang tidak belajar—tapi menyerap. Pikiran yang tidak bekerja keras—tapi secara alami dan tanpa usaha merekam setiap detail dari lingkungannya. 

Montessori menyebutnya "The Absorbent Mind"—Pikiran yang Menyerap. 

Dan memahami konsep ini akan mengubah cara Anda melihat anak-anak, cara Anda berinteraksi dengan mereka, dan cara Anda mempersiapkan lingkungan untuk mereka. 

Mari kita mulai perjalanan ini.

 


1 dari 11