Makan Siang yang Mengubah Segalanya
Rick Masters menatap layar komputer nya dengan putus asa. Lagi. Tidak ada email baru. Tidak ada prospek. Tidak ada yang menelepon.
Sebagai agen real estate, ia seharusnya sedang sibuk. Tapi pasar sedang lesu, dan lebih buruk lagi—ia tidak tahu harus berbuat apa. Ia sudah mencoba segalanya: iklan di koran, papan reklame, kartu nama mewah, website yang mahal. Semua menghabiskan uang, tidak ada yang memberikan hasil.
Tagihan menumpuk. Istrinya khawatir. Ia bahkan mulai bertanya-tanya apakah ia harus mencari pekerjaan "nyata."
Lalu, di tengah keputusasaan itu, temannya Michelle—seorang profesional mortgage—mengajaknya makan siang.
"Rick," katanya dengan mata berbinar, "aku ingin mengajakmu ke konferensi minggu depan. Ada seseorang yang harus kamu temui."
Rick skeptis. Konferensi? Pembicara motivasi? Ia sudah pernah ke banyak acara seperti itu. Semua teori, tidak ada yang benar-benar bisa diterapkan.
Tapi Michelle berbeda. Ia sukses—sangat sukses—dan yang aneh, ia tidak pernah beriklan. Ia tidak punya website mewah. Ia bahkan tidak promosi di media sosial.
"Bagaimana kamu melakukannya?" tanya Rick.
Michelle tersenyum. "Itulah yang akan kamu pelajari. Tapi aku peringatkan: ini akan mengubah segalanya tentang cara kamu berbisnis. Dan cara kamu hidup."
Rick tidak tahu hari itu bahwa ia akan menemukan bukan hanya sistem bisnis yang baru, tetapi juga makna yang selama ini ia cari.