Ukuran teks
18

Pergeseran Paradigma

Stephen Covey menghabiskan 25 tahun bekerja dengan orang-orang sukses—eksekutif bisnis, profesor universitas, pasangan yang harmonis. Ia menemukan pola yang mengejutkan: banyak dari mereka yang berhasil secara luar mengalami kelaparan batin yang mendalam. 

Mereka punya jabatan tinggi, penghasilan besar, rumah mewah. Tapi ada yang hilang. Mereka merasa hampa. Hubungan mereka dangkal. Kesuksesan mereka tidak membawa kebahagiaan yang dijanjikan. 

Mengapa? 

Covey memutuskan untuk mencari jawabannya dengan membaca 200 tahun literatur tentang kesuksesan—buku self-help, artikel tentang perbaikan diri, bahan psikologi populer sejak 1776. 

Ia menemukan sesuatu yang mengubah segalanya. 

Dua Jenis Kesuksesan 

Sebelum Perang Dunia I, kesuksesan dikaitkan dengan Character Ethic—etika karakter. Buku-buku bicara tentang kerendahan hati, kesetiaan, integritas, keberanian, keadilan, kesabaran, kerja keras, kesederhanaan. 

Tapi setelah perang, terjadi pergeseran dramatis ke Personality Ethic—etika kepribadian. Kesuksesan menjadi tentang citra publik, sikap, perilaku, dan keterampilan. Tentang teknik hubungan manusia dan pemikiran positif. Tentang bagaimana "memengaruhi orang lain" dan "menjual diri." 

Ini adalah kesuksesan yang dangkal. Quick fix. Perbaikan permukaan tanpa menyentuh akar. 

Seperti memotong daun rumput liar sambil mengabaikan akarnya. Rumput akan tumbuh lagi. Masalah tidak pernah benar-benar selesai. 

Covey menyadari: Perubahan sejati dimulai dari dalam ke luar. Bukan dengan mengubah perilaku atau sikap, tetapi dengan mengubah cara kita melihat dunia—paradigma kita. 

Dan di sanalah lahir The 7 Habits of Highly Effective People.

 


1 dari 12