Senin, 28 Oktober 1929—Hari Ketika Segalanya Berubah
Bayangkan Anda baru saja kehilangan 13% dari seluruh kekayaan Anda.
Dalam satu hari.
Bukan karena Anda membuat keputusan bodoh. Bukan karena Anda berjudi. Tapi karena pasar saham—yang semua orang bilang "tidak akan pernah turun"—tiba-tiba jatuh bebas.
Senin sore, 28 Oktober 1929. Charles Mitchell, presiden National City Bank (sekarang Citibank), berjalan naik tangga kantornya di 55 Wall Street. Setiap mata memperhatikannya. Trader di jalanan. Sekretaris di koridor. Semua mencoba membaca ekspresi wajahnya.
Apakah dia panik? Apakah dia punya rencana? Apakah bank akan selamat?
Mitchell memaksakan senyum. Bahu tegak. Langkah percaya diri. Tapi ketika pintu kantornya tertutup, dia runtuh di kursi mahogany-nya.
Pasar saham baru saja mengalami penurunan terbesar dalam sejarah. Dan ini baru hari Senin. Besok—yang akan dikenal sebagai "Black Tuesday"—akan jauh lebih buruk.
Dalam minggu itu, $30 miliar lenyap dari ekonomi Amerika—setara dengan $500 miliar hari ini. Jutaan orang kehilangan tabungan seumur hidup. Ribuan bank tutup. Dan negara yang paling makmur di dunia terjun ke dalam Great Depression—depresi ekonomi terburuk dalam sejarah modern.
Tapi inilah yang paling mengerikan: Ini semua bisa dicegah.
Tanda-tanda ada di mana-mana. Para ahli memperingatkan. Beberapa investor cerdas melihat bencana datang dan mencoba memperingatkan orang lain.
Tapi tidak ada yang mendengarkan.
Mengapa? Karena semua orang percaya pada ilusi paling berbahaya dalam investasi:
"This time is different." (Kali ini berbeda.)
Andrew Ross Sorkin—jurnalis keuangan New York Times dan penulis bestseller "Too Big to Fail" tentang krisis 2008—menghabiskan hampir satu dekade meneliti crash 1929. Dan apa yang dia temukan mengerikan karena begitu familiar.
Karena hari ini, di tahun 2020-an, kita melihat pola yang sama berulang: pasar saham yang meroket, spekulasi yang merajalela, hutang yang menumpuk, dan alarm bells yang diabaikan.
Apakah kita akan mengulangi kesalahan yang sama?
Mari kita pelajari apa yang terjadi pada tahun 1929—dan mengapa itu penting untuk hari ini.